Berita Terbaru Terkini

Pengertian Syari'ah Fiqih Dan Hukum Dalam Agama Islam

Pengertian Syari'ah Fiqih Dan Hukum Dalam Agama Islam. Kita sebagai umat islam perlu mengetahui tentang Syari’ah, fiqih dan hukum islam adalah suatu kebutuhan bagi kita semua khususnya bagi seorang muslim dan muslimat karena masih banyak diantar umat islam yang masih kurang mengerti bahkan ada yang belum mengerti sama sekali tentang pengertian dari pada Syari’ah, fiqih dan hukum islam. Maka dengan hal seperti itu, Admin disini akan mencoba untuk menerangkan tentang apa yang dimaksud dengan syari’at, fiqih dan hukum islam.

Karena dengan menguasai syari’ah, fiqih dan hukum islam kita akan lebih dan  menyikapi masalah-masalah ubudiah,mu'amalah, sosial, ekonomi, politik, budaya dan lebih mudah mencari solusi terhadap masalah-masalah yang terus muncul dan berkembang di dalam masyarakat kita ini.Maka dengan demikian dikernakan dalam ajaran agama islam terdapat hukum atau aturan undang-undang yang harus dipatuhi oleh setiap umatnya berdasarkan Al-qur'an dan hadist. Hukum islam yang disebut juga sebagai hukum syara' terdiri atas lima bagian yaitu; Wajib, Sunat, Haram, makruh dan Mubah.

Dengan adanya hukum ini supaya umat islam dalam menjalankan kehidupannya didunia ini tidak tersesat arah dan tujuan mana yang hak dan mana yang batil, sehingga kita bisa membedakannya dengan jelas bahwa ini adalah jalan tuk menuju ridho Alloh SWT. Kalau seandainya umat manusia hidupnya sudah bisa menyesuaikan diri dengan syari'ah fiqih dan hukum islam yang telah di tetapkan dalam agama islam sudah pasti umat islam bisa meraih kebahagiaan dunia dan akherat.

Penjelasan dan Pengertian/ Definisi Hukum-Hukum Islam :

Pengertian Syari'ah Fiqih Dan Hukum Dalam Agama Islam

1. Wajib ( Fardu)
Wajib adalah sebuah perkara yang misti dilakukan oleh setiap muslim yang dewasa ( mukalaf), dimana jika dikerjakan mendapat pahala dan seandainya bila ditinggalkan akan mendapat dosa. Contuh; shalat lima waktu, tunai haji (jika suda dapat), membayar zakat dan lain-lain
Wajib terdiri atas dua jenis/ macam:

-Fardu/Wajib 'ain adalah sebuah elemen yang misti dilakukan oleh semua muslim mukalaf seperti shalat fardu, puasa ramadhan, zakat,haji apabila sudah bisdan lain-lain.

-Fardu/Wajib Kifayah adalah perkara yang misti dilakukan oleh muslim mukalaf, namun bila sudah ada yang melakukannya maka menjadi tak wajib lagi bagi yang lainsebagai mana mengurus jenazah.

2. Sunat
Sunat adala suatu perkara yang jikalau dilakukan umat islam akan mendapat pahala serta jika tidak dilaksanakan tidak berdosa . Contoh ; shalat sunat, puasa isnain / khamis, shalat tahajud memelihara dan sebagainya,

Sunat terbagi dua jenis / macam;
- Sunat mu'akad merupakan sunat yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW seperti shalat 'id/ raya shalat tarawih.
- Sunat ghariru mu'akad yaitu perkara yang diputuskan oleh hukum fiqih sebagai sunat ghairu mu'akad atau karena ia kurang dilakukan oleh Nabi MuhammadSAW seperti puasa isnain/ khamis serta lain-lain.
 .
3. Haram
Haram adalah suatu perkara yang mana tak boleh sama sekali dilakukan oleh umat islam dimana sekalipun mereka berada, karena seandainya dilakukan akan mendapat dosa dan siksa dineraka nanti. Contoh ; main-main judi, minum minuman keras, zina, durhaka terhadap orang tua, riba, membunuh, fitnah dan lain-lain.

4. Makruh
Makruh adalah sebuah perkara yang digalakan supaya tidak dilakukan akan tetapi, jikalau dilakukan Ia tak jug berdosa dan malah jikalau dirinya ditinggalkan akan mendapat pahala dari Alloh SWT. Contoh : Makan minum sambil berdiri, makan bawang / makanan yang berbau kurang enak sebelum shalat berjamaah dan lain-lain.

5. Mubah/ Harus
Mubah adal suatu perkara yang bila mana dikerjakan oleh seorang miuslim mukalaf Ia tidak akan mendapat dosa serta tidak juga akan mendapat pahala. Contoh; Makan dan Minum, berziarah serta belanja, berhibur dan lain sebagainya.

Akhir kata dari saya di cukupkan sekian saja mengenai tentang pengertian syari'ah fiqih dan hukum dalam agama islam, semoga bermanfaat bagi kita semua supaya kita mendapat kebahagiaan dunia dan akherat. Baca juga selengkapnya pada artikel kami ini tentang doa akhir dan awal tahun karena kita sebentar lagi akan memasuki tahun 2018 dan ucapan tahun baru yang biasa kita berbagi sama kerabat, teman dan yang lainnya.

Tata Cara Berdo'a dan Berdzikir Yang Baik Agar Cepat Dikabulkan

Cara Berdo'a dan Berdzikir Yang Baik Agar Cepat Dikabulkan. Alhamdulillah atas izin Alloh SWT pada kesempatan kali ini saya masih diberi kesempatan untuk mejelaskan tata cara berdo'a  yang baik agar cepat terkabul sesuai dengan ketentuan hukum syariat islam. Do'a adalah merupakan suatu ibadah yang seharusnya kita laksanakan setiap saat terutama ketika kita punya hajat (Kebutuhan ).

Dengan berdoa kita akan merasa lebih tenang dalam menjalankan semua aktifitas dan akan merasa lebih dekat diri kepada Alloh Awt, itulah harapan semua manusia nyaitu untuk mencari ketenangan jiwa, walau pun harta gak punya tapi jiwa merasa lebih nyaman itu lebih baik dari pada banyak harta tapi hati dan pikiran kacau yang pada akhirnya bisa menimbulkan banyak penyakit maka jalan yang paling baik adalah mendekatkan diri kepada Alloh dengan cara ibadah.

Sedangkan kita dilahirkan kemuka bumi ini tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada Alloh SWT tapi dalam peribadahan itu jangan cuma asal-asalan tapi kita perhatikan bagai mana cara berdoa dan berdzikir yang baik supaya ibadah kita ini wusul ( nyampai ) kepada Alloh SWT karena setiap ibadah itu mempunyai aturan-aturan yang telah di tentukan dalam syari'at ajaran islam diantaranya:

Tata Cara Berdo'a  Agar Cepat Di Kabulkan

1 . harus beradab,
Setiap orang yang memohon kepada Alloh  swt harus memerhatikan etika dan sopan santun dalam berdo'a antara lain:
a. Memohon hanya kepada Alloh swt.
b. Memohon pada keadaan yang mulia, seperti: saat bersujud kepada Alloh swt, setelah shalat fardu, waktu sahur, saat turun hujan,dan ketika berpuasa.
c. Memohon pada saat yang baik dan tepat, seperti: rentang waktu antara azan dan iqomat,
sepertiga tahun.
d. Menghadap qiblat seraya mengangkat kedua tangan.
e. Meyakini permohonan akan terkabul.
f. Merendahkan diri, khusuk,dan takut akan murka Alloh swt.
g. Melembutkan suara, karena berdo,a ditujukan kepadayang maha mendengar,serta tidak memaksakan diri untuk melagukan do,a.
h. Memulai permohonan dengan menyebut salah satu al -Asma'ul Husna kalimah tauhid ,tahmid, serta bershalawat atas rasul saw: tidak langsung mengungkapkan maksud yang di tuju.
i. Tidak memohon keburukan bagi diri sendiri ataupun orang lain,memutuskan hubungan silaturrahmi dan yang diharamkan agama, seperti: memohon kematian karena di timpa musibah, memohon menimpakan azab dengan segera di dunia, dan lain-lain.
j. Menyatakan permohonan dengan baik dan jelas.
k. Mengulangi permohonan sampai tiga kali dan di utamakn sesering mungkin,serta tidak tergegas gegas.
l. Bertaubat kepada Alloh swt atas kesalahan yang pernah di perbuat.
m. Menutup permohonan dengan bertahmid dan ber-sholawat atas nabi saw. lalu mengusapkan kedua tangan ke wajah.

2.  Adab berzikir
Etika dan sopan santun bagi orang yang berzikir kepada Alloh swt,antara lain:
a. Merendahkan diri, tidak boleh takabur.
b. Mengkhusyukan hati dan tidak lengah atau lalai.
c. Meniatkan untuk menambah keimanan.
d. Memohon ampun atas dosa-dosa yang telah di lakukan.
e. Tidak mengeraskan suara.

Itulah yang dapat Admin publikan tentang tata cara berdo'a dan berdzikir yang baik agar cepat dikabulkan, begitu juga kami sebelumnya telah berbagi tata cara shalat istikharah semoga ada manfaatnya dan kita sehingga bisa melaksanakan semaksimal mungkin tata cara berdo'a dan berdzikir agar supaya mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat.Akhir kata wassalamu'alaiku Wr Wb.Baca juga

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur Arab Latin Lengkap Dengan Dalilnya

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur. Kita adalah sebagai manusiai lahir kedunia ini mengemban tugas dari Alloh SWT yaitu untuk beribadah kepadanya, maka dengan demikian dalam agama Islam segala hal asal tidak bertentangan dengan hukum syariat Islam bisa menjadi ibadah, salah satu contoh kita masuk WC aja bisa jadi ibadah asal dengan membaca doanya yang telah dianjurkan dalam agama begitu juga tidur bisa jadi ibadah.

Maka dengan demikian Admin disini akan sedikit berbagi doa sebelum dan sesudah tidur dalam bahasa arab dan latin juga dilengkapi dengan dalil-dalilnya dari al-Qur'an dan hadits supaya tidur kita menjadi ibadah dan mendapatkan fahala dari Alloh SWT, nah bagi anda yang masih belum faham benar doa sebelum tidur dan sesudah tidur bisa anda kunjungi kealamat kami najwa03.blogspot.com, karena disini banyak doa-doa keseharian yang harus kita amalkan.

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur Arab Latin Lengkap Dengan Dalilnya

Yuk kita mulai dengan bacaan doa sebelum tidur seperti dibawah ini:
1.Do'a sebelum tidur

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ


Bismikallaahuma Ahyaa wa Bismika Amuutu
Artinya: "Dengan menyebut nama-Mu, Ya Allah, aku hidup dan dengan menyebut Nama-Mu aku mati."(Hadis Riwayat Muslim)
2. Do'a ketika bangun tidur :

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ


Alhamdulillaahil Ladzii Ahyaanaa Ba’da Maa Amaatanaa Wailaihin Nusyuur
Artinya : "Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada-Nya (kami) akan dibangkitkan."
Doa ini Kedua-duanya di ambil dari pada hadits sahih riwayat Muslim:


أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ قَالَ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ وَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Atrinya."Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, apabila mulai berbaring di tempat tidurnya membaca: "Allaahumma Bismika Ahyaa waamuutu" (Ya Allah, dengan Nama-Mu, aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati). Dan apabila bangun, beliau membaca: "Alhamdulillaahil Ladzii Ahyaanaa Ba’da Maa Amaatanaa Wailaihin Nusyuur" (Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada-Nya (kami) akan dibangkitkan)." (Hadis Riwayat Muslim)
Sahabat yang dimuliakan,
Dalam hadits di atas kata tidur di dimisilkan dengan kata kematian, karena tidur adalah gambaran kematian, Seperti firman Allah s.w.t.:

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَى أَجَلٌ مُسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Artidnya : "Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan."(Surah Al-An'am ayat 60)
Bahkan Ibnu Katsir rahimahullah pun juga dalam tafsirnya menyatakan, "Allah Ta'ala mengabarkan bahwa Dia mematikan hamba-hamba-Nya dalam tidur mereka di waktu malam.
Firman Allah s.w.t. :


اللَّهُ يَتَوَفَّى الأنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الأخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى

Artinya : "Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan."(Surah Al Zumar ayat 42)
Kenapa kita sebagai umat Islam dalam syari'atnya dianjurkan untuk selalu membaca doa sebelum dan sesudah tidur? karena kalau kita lihat dalam salah satu hadits yang artinya:

Semasa kita tidur sebenarnya syaitan telah membuat tiga ikatan. Sebagaimana hadis dari Abu Hurairah r.a katanya;” Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda maksudnya : “Syaitan itu memberikan ikatan pada hujung kepala seseorang di antara engkau semua sebanyak tiga ikatan, jikalau ia tidur. Ia membuat ketentuan pada setiap ikatan itu dengan kata-kata yang berbunyi: “Engkau memperoleh malam panjang, maka tidurlah terus!” Jikalau orang itu bangun lalu berzikir kepada Allah ta’ala maka terurailah sebuah ikatan dari dirinya, selanjutnya jikalau dia terus berwudhu’, lalu terurai pulalah ikatan satunya lagi dan seterusnya, jikalau ia bersolat, maka terurailah ikatan seluruhnya, sehingga berpagi-pagi ia telah menjadi bersemangat serta berhati gembira. Tetapi jikalau tidak sebagaimana yang tersebut di atas, maka ia berpagi-pagi menjadi orang yang berhati buruk serta pemalas".(Hadis Riwayat Muttafaqun ‘alaih).

Nah itulah rahasiahnya membaca doa sebelum dan sesudah tidur yang dapat kita pelajari dan kita amalkan, jadi kesimpulannya membaca doa itu adalah :

1. Untuk membuka ikatan pertama adalah membaca zikir ( do'a bangun tidur )
2. Untuk membuka ikatan kedua apabila kita mengambil wudhu' untuk solat.
3. Untuk membuka ikatan ketiga dengan kita mengerjakan solat.

Itulah yang dapat Admin Publikan lewat Medsos ini Bacaan Doa-doa sebelum dan sesudah tidur dalam bahasa arab latin lengkap dengan artinya, begitu juga kami sajikan Doa selamat dunia akhirat semoga ada manfaatnya bagikita semua.

Syarat Rukun Dan Pembatalan Syahadat Lengkap Dengan Dalilnya

Syarat, Rukun dan Pembatalan Syahadat. Setelah kita mengetahui tentang makna dari pada syahadatain yang telah admin tulis dalam artikl bagian ke satu maka untuk selanjutnya mari kita kaji lagi dalam artikl ini mas'alah Syarat Rukun dan Pembatalan Syahadatain supaya kita benar-benar mengetahui hukum dalam syariat islam mas'alah ilmu ketauhidan kepada Alloh SWT.

Karena petapa pentingnya kita sebagai umat islam mengetahui makna, syarat, rukun dan pembatalan syahadat sebab syahadat adalah merupakan kunci atau pembuka dalam memasuki agama islam, sehingga orang yang masih belum ikrar atau belum mengucapkan dua kalimat syahadat maka orang tersebut masih di hukumi orang kafir.

Dengan sangat pentingnya kita mengkaji ilmu tauhid maka admin disini akan memulai dari materi yang sangat mendasar yaitu ucapan Dua kalimat Syahadat, karena syahadat itu adalah merupakan kinci dalam agama Islam, sebagai mana kita ketahui bahwasanya ada orang yang ingi masuk Islam maka bacakanlah kalimat itu dengan mematuhi syarat, rukun dan menjauhi pembatalannya seperti dibawah ini:

Syarat Rukun Dan Pembatalan Syahadat Lengkap Dengan Dalilnya

SYARAT-SYARAT SYAHADATAIN

[A].Syarat-syarat "أشهد أن لا اله الا الله"

Syarat untuk mengisbatkan (menetapkan) ucapan laa ilaaha illallah itu mempunyai beberapa syarat yang harus kita taati.Sehingga kalau tidak ada syarat-syarat itu, maka syahadatnya tidak akan bermanfaat bagi yang mengucapkannya. Secara global syarat mengucapkannya itu adalah:

1. Memiliki 'Ilmu, yang menafikan jahl (kebodohan).
2. Mempunyai keyaqinan (yakin), yang menafikan syak (keraguan).
3. Harus adanya Qabul (menerima), yang menafikan radd (penolakan).
4. Adanya Inqiyad (patuh), yang menafikan tark (meninggalkan).
5. Punya rasa Ikhlash, yang menafikan syirik.
6. Harus tertanam sifat Shidq (jujur), yang menafikan kadzib (dusta).
7. Diiringi dengan rasa Mahabbah (kecintaan), yang menafikan baghdha' (kebencian).

Adapun untuk rinciannya dari pada yang tujuh itu, adalah sebagai berikut:

Syarat Pertama: 'Ilmu (Mengetahui).
Artinya untuk memahami makna dan maksudnya. Mengetahui apa yang dinafikan dan apa yang diisbatkan, yang menafikan ketidaktahuannya dengan hal tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


وَلا يَمْلِكُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الشَّفَاعَةَ إِلا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ (٨٦)


Dan orang-orang yang menyeru kepada selain Allah tidak mendapat syafa'at (pertolongan di akhirat) kecuali orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini [Az-Zukhruf : 86]

Maksudnya orang yang bersaksi dengan laa ilaaha illallah, dan memahami dengan hatinya apa yang diikrarkan oleh lisannya. Seandainya ia mengucapkan kalimat syahadat, tetapi tidak mengerti apa makna bacaan tersebut, maka persaksian itu tidak sah dan tidak berguna.

Syarat Kedua: Yaqin (yakin).
Orang yang mengikrarkannya harus meyakini kandungan sya-hadat itu. Manakala ia meragukannya maka sia-sia belaka persaksian itu.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ


Artinya : "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar." – (QS.49:15)

Kalau ia ragu maka ia menjadi munafik. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Artinya : Siapa yang engkau temui di balik tembok (kebon) ini, yang menyaksikan bahwa tiada ilah selain Allah dengan hati yang meyakininya, maka berilah kabar gembira dengan (balasan) Surga." [HR. Al-Bukhari]

Maka siapa yang hatinya tidak meyakininya, ia tidak berhak masuk Surga.

Syarat Ketiga: Qabul (menerima).
Menerima kandungan dan konsekuensi dari syahadat; menyem-bah Allah semata dan meninggalkan ibadah kepada selainNya.

Siapa yang mengucapkan, tetapi tidak menerima dan menta'ati, maka ia termasuk orang-orang yang difirmankan Allah:


إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ (35) وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ (36)


"Artinya : Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: 'Laa ilaaha illallah' (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?" [Ash-Shafat: 35-36]

Hal seperti inilah para penyembah kuburan mereka mengikrarkan laa ilaaha illallah, tetapi tidak mau meninggalkan penyembahan terhadap kuburan. Dengan demikian berarti mereka itu belum menerima makna laa ilaaha illallah secara haq.

Syarat Keempat: Inqiyaad (Tunduk dan Patuh dengan kandungan Makna Syahadat).
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الأمُورِ (٢٢)


"Artinya : Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh." [Luqman : 22

Al-'Urwatul-wutsqa adalah laa ilaaha illallah. Dan makna yuslim wajhahu adalah yanqadu (patuh, pasrah).

Syarat Kelima: Shidq (jujur).
Yaitu mengucapkan kalimat ini dan hatinya juga membenarkan-nya. Manakala lisannya mengucapkan, tetapi hatinya mendustakan, maka ia adalah munafik dan pendusta.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلاَّ أَنفُسَهُم وَمَا يَشْعُرُونَ


"Artinya :Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang ber-iman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:8-10)

Syarat Keenam: Ikhlas.
Yaitu memurnikan amal dari segala bentuk sifat syirik, dengan cara tidak mengucapkannya karena mengingkari isi dunia, riya' atau sum'ah.

Dalam hadits 'Itban, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Artinya : Sesungguhnya Allah mengharamkan atas Neraka orang yang mengucapkan laa ilaaha illalah karena menginginkan ridha Allah." [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Syarat Ketujuh: Mahabbah (Kecintaan).
Maksudnya mencintai kalimat ini serta isinya, juga mencintai
orang-orang yang mengamalkan konsekuensinya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ


"Artinya : Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah." [Al-Baqarah: 165]

Maka ahli tauhid mencintai Allah dengan cinta yang tulus bersih. Sedangkan ahli syirik mencintai Allah dan mencintai yang lainnya. Hal ini sangat bertentangan dengan isi kandungan laa ilaaha illallah.

[B]. Syarat Syahadat "وأشهد ان محمد رسول الله"

1. Mengakui kerasulannya dan meyakininya di dalam hati.
2. Mengucapkan dan mengikrarkan dengan lisan.
3. Mengikutinya dengan mengamalkan ajaran kebenaran yang telah dibawanya serta meninggalkan kebatilan yang telah dicegahnya.
4. Membenarkan segala apa yang dikabarkan dari hal-hal yang gha-ib, baik yang sudah lewat maupun yang akan datang.
5. Mencintainya melebihi cintanya kepada dirinya sendiri, harta, anak, orangtua serta seluruh umat manusia.
6. Mendahulukan sabdanya atas segala pendapat dan ucapan orang lain serta mengamalkan sunnahnya.

RUKUN SYAHADATAIN

Syahadatain selain dari pada memiliki syarat juga memiliki rukun yaitu yang terdiri dari lima rukun sebagai berikut;[4]

1. Syahid (orang yang bersaksi) yaitu orang Islam.
2. Masyhud lah (yang disaksikan) yaitu Alah swt. dan Rasul-Nya.
3. Masyhud Alaih (yang bersaksi) yaitu orang musyrik dan ingkar kepada kerasulan Muhammad saw.
4. Masyhud Bih (perkara yang disaksikan) yaitu ketuhanan dan ke-esa-an Alah swt, serta kerasulan Nabi Muhammad saw.
5. Shighat (perkataan) yaitu mengucapkan syahadat dengan lafadz "Asyhadu" atau artinya, dan tidak dapat digantikan dengan kata muradif-nya.

PEMBATALAN SYAHADATAIN

Adapu yang membatalkan dua kalimat syahadat itu ada 10 diantaranya:

1. Syirik dalam beribadah kepada Allah.

Firman Allah,


إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا (١١٦)


"sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang di kehendaki-Nya." (Qs.4 An Nisaa': 116).

2. Menjadikan sesuatu sebagai perantara dengan Allah dimana seseorang berdo'a dan meminta syafaat serta bertawakal kepada sesuatu tersebut, orang yang berbuat hal seperti ini telah kafir secara ijma'.

3. Siapa yang tidak mengafirkan orang-orang musrik atau meragukan kekafiran mereka atau membenarkan ajaran mereka. Maka orang yang berkeyakinan seperti ini juga telah kafir.

4. Siapa yang meyakini bahwa petunjuk selain Rasulullah saw lebih sempurna dari petunjuk beliau, atau meyakini bahwa hukum selain hukum beliau lebih baik dari selain hukumnya, seperti orang-orang yang lebih mengutamakan hukum thagut/demokrasi/komunis/hukum lainnya dari hukum Allah, maka orang yang berkeyakinan seperti ini juga telah kafir.

5. Siapa yang membenci sebagian dari ajaran Rasulullah, meskipun ia tetap mengamalkannya, maka ia telah kafir. Berdasarkan firman Allah,

"yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur'an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka."


6. Siapa yang memperolok-olok salah satu ajaran yang dibawa oleh Rasulullah saw. Atau memperolok-olok pahala dan siksaan yang diperoleh maka ia juga kafir. Dan dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah firman Allah,


وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ


Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman… [At Taubah : 65-66].

7. Perbuatan sihir dengan segala bentuknya. Maka barang siapa yang melakukan perbuatan ini dan meridhainya, maka ia telah kafir. Sebagaimana firman Allah,

"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syetan-syetan itulah yang kafir (mengerjakan syihir).


وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (١٠٢)


Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu melakukan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, padahal keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seseorang sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir." Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu sesuatu yang dapat memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka (ahli sihir) tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barang siapa yang menukar (kitab Allah) dengan sihir itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.(Al Baqoroh: 102)

8. Mendukung dan membantu orang-orang musrik untuk mencelakakan kaum muslimin.

Hal ini dilandasi oleh firman Allah,


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (kalian), sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa diantara kalian mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim."
(Al Maidah: 51)

9. Orang yang meyakini bahwa ada golongan manusia tertentu yang dibolehkan keluar dari syari'ah Muhammad. Maka orang yang meyakini hal ini telah kafir, berdasarkan firman Allah,


وَمِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ إِن تَأْمَنْهُ بِقِنطَارٍ يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ وَمِنْهُم مَّنْ إِن تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍ لَّا يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ إِلَّا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَائِمًا ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَيْسَ عَلَيْنَا فِي الْأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ


"Di antara ahli kitab ada orang yang jika kalian mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepada kalian dan diantara mereka ada orang yang jika kalian mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepada kalian, kecuali jika kalian selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan, 'tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi.' Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui." Ali Imran (3) Ayat 75

10. Berpaling dari agama Allah dengan wujud tidak mempelajarinya dan tidak mengamalkannya. Didasarkan pada firman Allah,


أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَىٰ نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ


"Dan siapakah yang lebih zhalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhan-Nya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa." (As Sajdah: 32).

Nah itulah yang dapat Saya sampaikan mengenai Syarat, Rukun dan Pembatalan Syahadatain, semoga ada manfaatnya bagi kita semua dan kita bisa mengamalkannya sesuai dengan ketentuan hukum syari'at islam.baca juga Makna Syahadatain Dalam Aqidah Islam

Contoh Teks Pidato Serah Terima Pengantin Dalam Bahasa Sunda Terbaru

Serah Terima Pengantin.Serah terima pengantin itu sudah menjadikan tradisi ditanah air kita ini terutama didaerah tatar sunda, walau pada intinya dalam akad pernikahan serah terima itu tidak menjadi syarat dan rukun nikah, namun kalau tidak diadakan serah terima rasanya acara itu kurang sempurna, maka dengan hal seperti ini sudah menjadi tradisi atas adanya serah terima yang dilaksanakan biasanya sebelum akad pertikahan.

Nah untuk itu bagi para penceramah terutama bagi kita yang mendapat tugas dari keluarga mempelai untuk mewakili pada acara serah terima pasti sedikit kita akan merasa susah untuk mencari tata bahasa yang akan kita sampaikan nanti di podium, maka untuk itu Admin disini akan memberikan salah satu contoh teks pidato serah terima pengantin dalam bahasa sunda, sebetulnya hal seperti ini adalah untuk mempertahankan budaya bahasa ditanah air ini.

Dari hal seperti ini bisa kita temukan kesimpulan bahwa bangsa Indonesia kaya akan bahasa, dalam hal pidato saja terdapat berbagai macam bahasa, namun pada umumnya memang lebih banyak yang menggunakan bahasa Indonesia, karena merupakan bahasa nasional dan pemersatu seluruh rakyat Indonesia. Jika Anda berada di daerah Jawa Barat, mungkin berpidato menggunakan bahasa sunda tidak masalah. Karena Jawa Barat adalah tempat dimana bahasa yang satu ini berasal dan menjadi salah satu bahasa terbesar di nusantara.

Contoh Teks Pidato Serah Terima Pengantin Dalam Bahasa Sunda Terbaru

Bismillah nu jadi sekarning panggiring catur, ngajadi tuturus laku, muru sampuraning rahayu, benjeran jatining bagja.Di wuwuh ku alhamdulillah, panyanglar ria jeng sum’ah nu pasalengkrah ngaruntah dina galeuh lelembutan, panundung ujub jeng takabur nu ngagojod dina qalbu, pangusir kumaki nu ngadaki dina ati, nu tunggal iwal ketresna bersihna ati gesan nampa jolerat hidayahna al-Qur’an jeng sunah rosululloh SAW.

Ucapan kalimatusyahadataeni nu netepken pagusten bari pasang subaya ka gusti nu maha suci, insya Alloh moal rek lanca linci, luncat mulang tina tali gandang, moal rek belang wangkelang najan tepi kairaha, keukeuh, kukuh, anteng manteng, moal monteng najan loba nu maruntangan.

Kesan sholawat teh hiji du’a nu nandaken kadeudeuh sareng ka meumeut anu maneuh ka gusti nabi jungjunan alam kakasih Alloh. Anjena anu jadi tuturus laku dina sumujud ka dzat Alloh, peta lampah dina papantunan hirup, sabab hirup katungkul ku pati, maot te nyaho deui mangsa.Atuh meren lampah teh kudu masing ati-ati, langkah jeng basa jaga sing gumati, ulah lunta tina temah wadi tebih tina pola agami, sok sanaos tos lawas anjena ngantunken alam pana, abong nu miyuni santun te kendat kapicen, jadi lemah wong sakabeh, ka ceuluk kakandang ewu, ka kocap kajanarkia, geus ngajadi sabiwir hiji, ngadalinding sengit kasaban negri.

Para hadirin walhadirot , utamina kulawargi bakal calon panganten istri rohimakumulloh.

Sim abdi nyandak asmana sepuh bakal calon panganten pameget, timpah tipayun sateacan sumanggem, hapunten tina sugrining ka kalepatan, boh bilih teamah para tatamu rombongan anu sarumping kaieu tempat, saur paripaos tea mah upami para pameget dina silana kirang anekak, upami para istri dina embokna kirang aneprok, hente nuandak istilah tamu, tesatata sareng sasemu sareng piribumi didieu. Kumargi rumaos pisan si abdi sareng para tatamu rombongan ku sumpingna ka ieu tempat parantos ngaganggu kana katengtremanana piribumi didieu, saolah-olah ngaheseken urang imah anu istilahna di sebut semah.

Atuh salajengna sim abdi teh saur paripaos teamah mung mangrupiken lambe sambung lemek, ilat sambung talatah, sampean sambung lengkah, dina saat ieu kengeng kapercantenan ti pangersana kulawarga..................kanggo ngadugiken pamaksadanana ka pangersana Bapa.............di dieu.

Hadirin walhadirot rohimakumulloh.
Sim abdi miwah para tatamu rombongan kusumpingna ka ieu tempat anu sakitu jauh-jauh di jugjug anggang-anggang di teang, ngeungkeuy ngaleut ngabandaleut, ngemat-ngemat nyatang pindang teu aya lintang anu baris kasanggaken ka Bapa..............di dieu iwalti ka hiji;

Seja nyanggaken silaturrahmina ti atas nami kulawargi.............ka sadayana para wargi tatanggi, masyarakat anu aya di ieu tempat utamina ka sohibul hajat Bapa...........kilih Ibu, anu sakitu saraena sareng sugemana, estu matak teulab kana leuleumbutan katampi ku asta kalih kasangga ka lingga murda pamugi ginanjar lebetning nugraha tinu maha kawasa.

Dupi maksad anu kadua, sumeja unjuk uninga sarehna di rombongan teh gaduh anak odeng/ tawon nu ker mangsana remaja putra, gumeleber ku malayang, mapay-mapay raratan qodar pangeran, sumiriwir niyih taqdir ti ajali, kumawantun lolongok ka kebon-kebon, ngalayang ka patamanan Bapa......... di dieu. Rupina bae pararandeg amprok sareng hiji sekar nu nuju manteng seuseup, atuh waktos wangsul karorompok, eta si anak odeng teh katingalina guling gasahan, lir kadudu leuleumbutan, kapentang mamarasna rasa, nya sim abdi teu tiasa mapay-mapay raratanana naha nu mana sekar nu ngajantenken incerannana teh? Nu nyababken ngalanglayungna si anak odeng, mana horeng tea mah cilaka ku tingkah polah sorangan geus wani lolongok ka kebon-kebon ngalayang ka patamanan kagungan Bappa di dieu, si horeng pararandeug amprok sareng hiji cempaka endah sumawur, wangining harum harum sekar wangi, kantenan matak ngajadiken guling gasahan si anak odeng kana cempaka hoyong nyeuseup hoyong metik, namun teu wantun sok sanaos aya bahasa; Batu turun kesik naek kalapa tonggohenana,Batur purun kuring daek kacida bogohennana. Itu wayang ieu wayang wayang, wayangna wayang arjuna, itu hayang ieu hayang nya di penta bae kabapana.

Saupami tea mah teu kawidian kunu kagungan taman teh, di pager ku ajaran agama islam sareng susila, balas teu genah rarasaan nya anjena pupulih ka sim abdi,batan leweh bahasana kalah walah, hayang di pang ngajulken ngonggo jalur ti para rosul, tatacara tina ti ulama anu lelemahna tina agama. Atuh ieu cariosan simkuring bilih teamah di sebat tatarucingan urang ebrehken wae sakedik, dupi anu di sebut anak odeng teh nyaeta pun anak anu wastana....................... Atuh eta anu disebut cempaka teh nya eta tuang putra anu wastana neng ...............

Anu ka tilu unjuk pihatur serehna cempaka teh hoyong di seuseup di petik, pamugi pangersa Bapa kalih Ibu kerswidi kasim abdi, kanggo di anggo aleuman sungkeuman, pupunden rasa, buah ati tempat kasucian, ati tempat sasampayan, beheman rasa di damel batur hirup saumur-umur, di ajak sasarengan ngojayan rumah tangga, neleman laki rabi pamugi pinareng aya dina kaasih gusti nu maha suci.Amin yarobbal’alamin.Rupina kitu gerentes hate pun anak teh.

Waktos ayena kagok asong kapalang rongkong, patandang nu bakal midang, balabat mangsana miang, cunduk waktu nu rahayu, niti wanci nu mustari ninggang mangsa nu utama, melati linggarna ati kembang tanjung nu gumulung, pamengket cangred ka deudeuh, pakait patali asih antawis jang..........ka neng............Ageng harepan hoyong pinasti rintih ngahiji, pasang subaya supaya nyata, geugeut layeut laki rabina sumangga urang sakseni kuurang sadayana, namung sate acan sim abdi nyanggaken kalyan ucapan Bismillahirrohmanirrohiim Ti pangersana Bapa sepuh calon panganten pameget, neda panyakseni kasadayana rehna dina saat ieu nyanggaken pun anak anu wastana.................... kapangersa Bapa........kalih Ibu kanggo di dahupken ka tuang putra wastana ...................Luyu sareng babadantenan urang kapungkur.

Namung nyanggaken teh estu pisan, nyanggaken sadaya-daya salirana, ti luhur sausap ketu ti handap sausap sapatu, ti gigir sapalinggair kulit, rambutna salambar, getihna satetes, napasna sadada, kabodohanana sering ireug, kataligeuhanana sanggem saur paripaos tea mah di tekuk kangkung katinggal maung, ilang along marga hina. Sumangga seja nyanggaken,namung punten rupina pun anak teh ku angkatna ka ieu tempat teh teu barang bantun nu matak nyugemaken, estu kupat kapit kepat nampah  teh mung saleresna, teu jangjang teu jingjing, teu kapal teu keupeul, teu hunyur teu hanyir, da sena barang bantun oge hawatos panganten mah, mung aya barang nu kababawa wungkul duka naon jenenganana mah mangga bae parios ku neng............Engke bae ulah make asa-asa pedah caket sareng Bapa, ulah make ragu-ragu ku pedah caket sareng Ibu, mangga eta mah kumaha hidep bae. Atuh saur paripaos tea mah mung nyandak koneng sasolor muncang sadampa, sumangga gera pelaken dina hunyur anu subur tur rihmuy pamugi baranakan sinareng ngarekahan.

Hadirin hadirot rohimakumulloh.
Atuh eta mah bilih aya anu jangjang jinjing anu di tanggung etang-etang tilam kadeudeuh ti pun anak kangge tuang putra di dieu, pamugi di tampi lumayan sabrang salayan leubeut kacabe mah henteu, lumayan tambi lumayan leubeut kasae mah henteu, rumojong sasieureun sabeunyeureun ngiring dumedeup ku conto ramo.

Pamungkas tisim abdi,salaku wawakil sepuh bakal calon panganten pameget, seja sanuk-sanuk papalaku boh bilih tea mah aya sumanggem anu maduk kana qolbo ngagaris kana panggalih, luhur mawur bahe carek, bilih aya kecap kalepasan pamugi sadayana utamina pangersa Bapa kalih Ibu sepuh calon panganten istri miwah kulawargi pamugi agung cukup lumur ku pangapunten neda jembar ku pangampura kersa ngamparken lautan panyaksami,akhirna mangga nyanggaken.Wassalam............Wr Wb.

Itulah rupanya yang dapat Admin sampaikan salah satu Contoh teks pidato serah terima pengantin dalam bahasa sunda semoga dengan adanya teks ini dapat memberikan jalan kemudahan bagi kita terutama bagi para penceramah sekian dan terima kasih. Baca juga Contoh Khutbah Idul Fitri Dalam Bahasa Sunda

Tata Cara Niat Sholat Sunat Dhuha Lengkap Dengan Doanya

Tata Cara Niat Sholat Sunat Dhuha Lengkap Dengan Doanya - Sholat dhuha adalah merupakan sholat sunat yang di laksanakan pada waktu setelah terbitnya matahari sampai menjelang waktu dzuhur ( jawal) namun alangkah baiknya kalau sholat dhuha di laksanakannya ketika terbentangnya matahari hingga mengarah ke arah barat atau sekitar 15 menit setelah terbitnya matahari.

Sholat duha memiliki banyak manfaat dan keutamaan sehingga Rosululloh SAW sangant menganjurkan kepada umatnya untuk melaksanakan sholat dhuha setiap hari dengan jumlah rakaat minimal 2 rakaat hingga 12 rakaat, sebagai mana terdapat dalam salah satu hadits yang atrinya:

Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana di surga”. [HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan].

Tata Cara Niat Sholat Sunat Dhuha Lengkap Dengan Doanya

Nah saudara kami seiman dan seperjuangan barangkali masih ada di antara kita yang masih belum paham tata cara lafadz niat dan pelaksanaan sholat dhuha setra bacaan doanya dalam tulisan bahasa arab, latin lengkap dengan artinya. Adapun tata cara sholat dhuha itu sama dengan sholat-sholat biasa hanya lafadz niatnya saja yang membedakannya seperti:

Tata Cara pelaksanaan Shalat Dhuha :
Niat sholat dhuha didalam hati berbarengan dengan Takbiratul ihram :

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحَى رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى


USHOLLI SUNNATADH DHUHAA ROK'ATAINI LILLAAHI TA'AALA

Artinya : Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah Ta'ala

Membaca doa Iftitah

Membaca surat al Fatihah

Membaca satu surat didalam Alquran. Afdholnya rakaat pertama membaca surat Asy-Syam dan rakaat ke-2 surat Al Lail

Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali

I’tidal dan membaca bacaannya

Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali

Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaanya

Sujud ke-2 dan membaca tasbih tiga kali

Sesudah rakaat kesatu selesai, melaksanakan rakaat ke-2 layaknya seperti di atas, seterusnya

Tasyahhud akhir sesudah selesai sehingga membaca salam dua kali.

Rakaat-rakaat seterusnya dilakukan sama seperti sampel di atas.

Bacaan Doa Sholat Dhuha Kumplit Bahasa Arab – Bahasa Indonesia dan Artinya

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ


ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

Artinya : “Ya Alloh, sesungguhnya kala dhuha yakni saat Dhuha-Mu, keagungan merupakan Keagungan-Mu, keindahan yakni Keindahan-Mu, kemampuan yaitu Kekuatan-Mu, penjagaan merupakan Penjagaan-Mu, Ya Alloh, bila rezekiku berada diatas langit sehingga turunkanlah, seandainya berada di dalam bumi sehingga keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, bila jauh dekatkanlah dgn kebenaran Dhuha-Mu, Kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yg Engkau datangkan pada Hamba-hambaMu yg soleh”.

Keutamaan dan Keistimewaan shalat Dhuha
Ada tidak sedikit Hadits Rasulullah saw yg membahas mengenai keutamaan shalat Dhuha, sekian banyak di antaranya :
1. Suatu rumah di surga
Bagi yg rajin mengerjakan shalat Dhuha, sehingga dirinya bakal dibangunkan suatu rumah di dalam surga. Faktor ini dijelaskan dalam suatu hadits Nabi Muahammad saw : "Barangsiapa yg shalat Dhuha jumlahnya empat rakaat & empat rakaat diawal mulanya, sehingga dirinya bakal dibangunkan suatu rumah di surge." (Shahih Al-Jami` : 634)

2. Ghanimah (keuntungan) yang agung
Dari Abdullah Badan Intelijen Negara `Amr Badan Intelijen Negara `Ash radhiyallahu `anhuma, beliau bersabda : "Rasulullah saw mengirim suatu pasukan perang. Nabi saw bersabda : "Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka hasilnya saling berkata menyangkut dekatnya maksud(area) perang dan sebanyak ghanimah (keuntungan) yg bakal diperoleh dan segera kembali (lantaran dekat jaraknya).

Dulu Rasulullah saw bersabda; "Maukah kalian saya perlihatkan pada maksud paling dekat dari mereka (musuh yg bakal diperangi), paling tidak sedikit ghanimah (keuntungan) nya dan langsung kembalinya? Mereka menjawab; "Ya! Rasul bersabda lagi : "Barangsiapa yg berwudhu', selanjutnya masuk ke dalam masjid buat laksanakan shalat Dhuha, beliau lah yg paling dekat tujuanannya (lokasi perangnya), lebih tidak sedikit ghanimahnya dan lebih segera kembalinya." (Shahih Al-Targhib : 666)

3. Pahala Umrah
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda : "Barangsiapa yg ke luar dari rumahnya dalam kondisi bersuci buat melakukan shalat wajib, sehingga pahalanya seperti seseorang yg laksanakan haji. Barangsiapa yg ke luar buat lakukan shalat Dhuha, sehingga pahalanya seperti orang yang laksanakan `umrah....(Shahih Al-Targhib : 673).

Dalam satu buah hadits yg lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda : "Barangsiapa yg mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, selanjutnya beliau(sesudah usai) duduk mengingat Allah sampai terbit matahari, dulu beliau shalat dua rakaat (Dhuha), beliau memperoleh pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna" (Shahih Al-Jami` : 6346).


4. Sedekah bagi semua persendian badan manusia
Dari Abu Dzar Al-Ghifari ra, dirinya bicara bahwa Nabi Muahammad saw bersabda : "Di tiap-tiap sendiri seseorang dari anda terdapat sedekah, tiap-tiap tasbih (ucapan subhanallah) yakni sedekah, tiap-tiap tahmid (ucapan alhamdulillah) yakni sedekah, tiap-tiap tahlil (ucapan lailahaillallah) merupakan sedekah, tiap-tiap takbir yakni sedekah, menyuruh terhadap kebaikan ialah sedekah, mencegah dari kemungkaran ialah sedekah. dan dua rakaat Dhuha dikasih pahala" (HR Muslim).

5. Memperoleh ganjaran di sore hari
Dari Abu Darda' ra, dia berbicara bahwa Rasulullah saw bersabda : "Allah ta`ala berfirman : "Wahai anak Adam, shalatlah Untuk-Ku empat rakaat dari awal hri, sehingga Saya dapat mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) terhadap sore harinya" (Shahih Al-Jami : 4339).

Dalam satu buah riwayat serta disebutkan : "Innallaa `azza wa jalla yaqulu : Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi'arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika" ("Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla bicara : "Wahai anak Adam, cukuplah Bagi-Ku empat rakaat di awal hri, sehingga saya dapat mencukupimu di sore harimu").

6. Ampunan Dosa
"Siapa pula yg jalankan shalat dhuha dgn langgeng, bakal diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu banyaknya buih di lautan." (HR Tirmidzi)

Sekian yang kami dapat sampaikan tentang Tata Cara Shalat Dhuha dan Do'anya, begitu juga kami sajikan dalam berikutnya, keutamaan shalat dhuha berapa rakaat, dzikir setelah sholat dhuha, doa sholat dhuha mp3, bacaan sholat dhuha, rahasia sholat dhuha, waktu sholat dhuha, bacaan tasbih sholat dhuha yang benar, sholat dhuha berjamaah, sholat dhuha 12 rakaat dan masih banyak lagi yang lainnya seputar sholat sunat dan sholat wajib, semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

Bacaan Doa Selamat Dunia Akhirat Arab Latin Lengkap Dengan Artinya

Doa Selamat Dunia Akhirat. Semua manusia tentu dalam menjalankan kehidupannya di dunia ini mengharapkan keselamatan baik untuk selamat di dunia maupun selamat di alam akhirat, dengan harapan keselamatan, kita sebagai ummat Islam diperintahkan oleh Alloh SWT untuk selalu berdoa Kepadanya setiap saat, siang maupun malam.

Nah bagi anda yang masih belum mengetahuinya doa keselamatan dunia maupun akhirat, maka Admin disini akan memberikan bacaan-bacaan doa selamat dalam tulisan arab dan latin lengkap dengan artinya, guna untuk mempermudah bagi anda yang masih belum faham benar tulisan arab dan terjemaahanya.

Tapi terlebih dahulu sebelum Admin memberikan bacaan doa selamat, alangakah baiknya mengenal dulu hubungan antara selamat dan celaka baik dunia maupun akhirat, karena kalau kita menilai hubungan selamat dan celaka antara dunia dan ahkerat itu terbagi empat.

Doa Selamat Dunia Akherat Arab Latin Lengkap Dengan Artinya

1. Selamat dunia saja akhirat celaka, salah satu contoh orang maling dunia selamat tidak tertangkap tapi akheratnya celaka.

2. Selamat ahkirat, dunia celaka misalnya, orang mau silahturrahmi diperjalanan tertimpa musibah, tapi mereka sabar atas kejadian itu sampai mulutnya membacakan kalimah tarjih "Innalillaahi Wainnailaihi Rajiuun".

3. Selamat dunia dan akhirat, salah satu contoh orang taqwa.

4. Celaka dunia akhirat, salah satu contoh orang maling tertangkap masa langsung disiksa sampai mati tidak sempat untuk bertaubat.

Maka dengan itu kita supaya mendapatkan keselamatan baik dunia maupun akhirat mari kita simak bacaan Doa-doa selamat seperti dibawah ini:

Doa Mohon Keselamatan Dunia Dan Akhirat

اَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْئَلُكَ سَلَامَةًفِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةًفِى الْجَسَدِوَزِيَادَةًفِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةًفِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَقَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةًبَعْدَالْمَوْتِ،اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةًمِنَ النَّارِوَالْعَفْوَعِنْدَالْحِسَابِ


Allahumma innaanas ‘aluka salamatan fiddiin wa’aafiyatan filjhasad wa jizadatan fil’ilmi wa barakatan firrizqi wa taubatan kablalmaut wa rahmatan indalmaut wa magfiratan ba’dalmaut. Allahumma hawwin ‘alaina fii sakaratilmaut wannajaa taminannari wal’afwa ‘indalhisaab. Rabbana laa tujighkuluubanaa ba’daizd hadaitanaa wa hablanaa minladunkarahmatan innaka antalwahhab. Rabbanaa aattinaa fiddun-ya hasanah wafil aahirati hasanah waqinaa azaa-bannar. Walhamdulillahi rabil-aalamiin.
Artinya:"Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada engkau akan keselamatan Agama dan sehat badan, dan tambahnya ilmu pengetahuan, dan keberkahan dalam rizki dan diampuni sebelum mati, dan mendapat rahmat waktu mati dan mendapat pengampunan sesudah mati. Ya Allah, mudahkan bagi kami waktu (sekarat) menghadapi mati, dan selamatkan dari siksa neraka, dan pengampunan waktu hisab."

Doa Selamat Dunia Akhirat singkat/Pendek

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


RABBANAA AATINAA FIDDUNNYAA HASANAH, WA FIL AAKHIRATI HASANAH, WAQINAA ‘ADZAA BAN NAAR.
Artinya :Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.

Selain doa diatas, untuk memohon keselamatan dunia dan akhirat, teman-teman juga bisa memanjatkan doa keselamatan dunia dan akhirat berikut ini :

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِى الدّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ


ALLOOHUMMA INNAA NAS-ALUKAL 'AFWA WAL 'AAFIYATA FIDDIINI WAD DUN-YA WAL AAKAHIROTI
Artinya: Ya Allah, kami mohon ampunan kepadaMu dan limpahkanlah kesejahteraan agama dunia dan akhirat

اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِى سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ


ALLOOHUMMA HAWWIN 'ALAINAA FII SAKARAATIL MAUTI WANNAJAATA MINAN NAARI WAL 'AFWA 'INDAL HISAABI
Artinya :Ya Allah, mudahkanlah kami saat pencabutan nyawa, selamat dari api neraka dan mendapat kemaafan ketika amal diperhitungkan

رَبَّنَا لاَتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ


RABBANAA LAA TUZIGH QULUUBANAA BA'DA IDZ HADAITANAA WAHAB LANAA MIL LADUNKA RAHMA, INNAKA ANTAL WAHHAAB
Artinya :Ya Allah, janganlah Kau goyahkan hati kami setelah Kau beri petunjuk dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi
Demikianlah yang dapat Admin publikan mengenai Doa-doa selamat dunia akhirat dalam tulisa dan arab latin lengkap dengan artinya, begitu juga kami sebelumnya telah berbagi bacaan doa-doa seperti doa untuk orang sakit, doa untuk bayi baru lahir, doa di beri kemudahan dan masih banyak lagi yang lainnya. Semoga besar manfaatnya bagi kita semua.Amiin.